Monday, October 17, 2011

Riset Pemasaran dan Sistem Informasi Pemasaran


Riset Pemasaran dan Sistem Informasi Pemasaran

I.                   Riset pemasaran
            Riset pemasaran sebagai perancangan, pengumpulan, analisis dan pelaporan data sistematis serta temuan yang relevan terhadap situasi pemasaran tertentu yang dihadapi perusahaan. Perusahaan biasanya menentukan anggaran riset pemasaran sebesar 1% sampai 2% dari penjualan perusahaan. Persentase besar dari anggaran itu dihabiskan untuk jasa diluar perusahaan. Perusahaan riset pemasaran dapat dibagi dalam tiga kategori :
1.      Perusahaan riset yang terindikasi dengan jasa : perusahaan ini mengumpulkan informasi konsumen dan perdagangan, yang mereka jual untuk mendapatkan imbalan.
2.      Perusahaan riset pemasaran sesuai pesanan: perusahaan ini dipekerjakan untuk melaksanakan proyek khusus. Mereka merancang study dan melaporkan temuan.
3.      Perusahaan riset spesialis lini : perusahaan ini memberikan layanan riset yang terspesialisasi. Contoh terbaiknya adalah perusahaan layanan lapangan, yang menjual jasa wawancara dilapangan kepada perusahaan.
Perusahaan kecil dapat menyewa jasa dari perusahaan riset pemasaran atay mengadakan riset dalam cara yang kreatif dan terjangkau, seperti :
1.      Melibatkan mahasiswa atau professor untuk merancang dan melaksanakan proyek.
2.      Menggunakan internet.
3.      Memeriksa pesaing.

II.                Proses Riset Pemasaran
Riset pemasaran yang efektif mengikuti enam langkah sebagai berikut :
1.      Mendefinisikan masalah, alternative keputusan, dan tujuan riset.
2.      Mengembangkan rencana riset.
Mengembangkan rencana paling efektif untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan dan berapa biayanya. Untuk merancang rencana riset kita harus mengambil keputusan tentang sumber data, pendekatan riset, instrument riset, rencana pengambil sampel, dan metode kontak.
3.      Mengumpulkan informasi.pemasaran
Fase pengumpulan data riset pemasaran biasanya adalah fase termahal dan paling cenderung mengandung kesalahan.
4.      Menganalisis informasi.
Penyimpulan temuan dengan mentabulasikan data dan mengembangkan distribusi frekuensi.
5.      Mempresentasikan temuan.
Periset mempresentasikan temuan yang relevan dengan keputusan pemasaran utamayang dihadapi manajemen.
6.      Mengambil keputusan.
Manajer yang memerintahkan dilakukan riset harus mempertimbangkan bukti.

III.             Kajian Konsep
         Dalam pasar yang kompleks dan berubah dengan cepat saat ini, manajer pemasaran memerlukan informasi yang lebih banyak serta lebih baik untuk membuat keputusan yang efektif dan cepat
         Kebutuhan informasi yang lebih besar ini sesuai dengan ledakan teknologi informasi yang menyediakan informasi
         Dengan teknologi baru saat ini, sekarang perusahaan dapat memperoleh jumlah informasi yang besar, kadang-kadang terlalu banyak
         Tetapi para pemasar sering mengeluh bahwa mereka kekurangan jenis informasi yang tepat atau mempunyai terlalu banyak informasi yang salah
         Sebagai tanggapannya, sekarang banyak perusahaan mempelajari kebutuhan informasi manajernya dan merancang sset informasi untuk membantu manajer mengembangkan dan mengelola pasar serta informasi pelanggan

IV.             Pentingnya Informasi
1.      Pemahaman Pasar dan Konsumen
Ø  Proses pemasaran dimulai dengan pemahaman penuh tentang pasar dan kebutuhan serta keinginan konsumen.
Ø  Oleh karena itu, perusahaan membutuhkan informasi yang dapat dipercaya untuk menghasilkan nilai dan kepuasan yang tinggi bagi pelanggan.
2.      Aset bagi Strategi Pemasaran
Ø  Perusahaan juga memerlukan informasi tentang pesaing, penjual perantara, dan pelaku serta kekuatan lain di pasar.
Ø  Semakin banyak pemasar yang memandang informasi bukan hanya sekadar masukan untuk membuat keputusan yang lebih baik tetapi juga sebagai sset strategi penting dan alat pemasaran.

V.                Sistem Informasi Pemasaran
         Sistem informasi pemasaran (marketing information system—MIS) terdiri dari orang, peralatan, dan prosedur untuk mengumpulkan, memilah, menganalisis, mengevaluasi, dan mendistribusikan informasi yang diperlukan secara tepat waktu dan akurat kepada pembuat keputusan pemasaran
         Sistem informasi yang dirancang dengan baik berawal dari dan berakhir dengan pengguna
VI.             Tahap – Tahapan Sistem Informasi Pemasaran
1.      Pertama-tama, MIS menilai kebutuhan informasi
        Sistem informasi pemasaran terutama melayani manajer pemasaran perusahaan dan manajer lainnya, tetapi juga memberikan informasi untuk mitra eksternal.
2.      Lalu, MIS mengembangkan informasi dari database internal, kegiatan intelijen pemasaran, dan riset pemasaran
        Database internal memberikan informasi tentang operasi dan departemen perusahaan sendiri .
        Data semacam itu dapat diperoleh dengan cepat dan murah tetapi sering kali harus disesuaikan dengan keputusan pemasaran .
        Aktivitas intelijen pemasaran menyediakan informasi setiap hari tentang perkembangan di lingkungan pemasaran eksternal.
        Riset pasar terdiri dari kumpulan informasi yang relevan dengan masalah pemasaran tertentu yang dihadapi oleh perusahaan .
3.      Terakhir, MIS mendistribusikan informasi yang dikumpulkan dari sumber-sumber ini untuk manajer yang tepat dalam bentuk yang tepat dan pada saat yang tepat.

*****



DAFTAR PUSTAKA
Kotler, Philip dan Kevin lane keller. Manajemen pemasaran. Ed.13 jil.1 penerbit: Erlangga.
Ktler, Philip dan Amstrong Gary. Prinsip – prinsip manajemen pemasaran. Ed.12.jil.1 penerbit : Erlangga.

Sunday, October 16, 2011

HUBUNGAN KARYAWAN


HUBUNGAN KARYAWAN

Kesehatan, keselamatan, dan keamanan

            Istilah kesehatan, keselamatan dan keamanan saling berkaitan. Istilah yang lebih luas dan lebih umum adalah kesehatan ( health), yang merujuk pada keadaan umum dari kesejahteraan fisik, mental dan emosional. Seseorang yang sehat bebas dari keadaan sakit luka-luka, atau masalah mental dan emosional yang menggangu aktivitas manusia normal. Praktik manejmen kesehatan di organisasi berusaha keras untuk mempertahankan lesejahteraan para individu secara keseluruhan.

            Biasanya, keselamatan (safety) merujuk pada perlindungan terhadap kesejahteraan fisik orang-orang. Tujuan utama dari program keselamatan yang efektif dalam organisasi adalah mencegah luka-luka dan kecelakaan yang berhubungan dengan pekerjaan. Tujuan dari keamanan (security) adalha melindungi karyawan dan fasilitas organisasional.

Tanggung jawab kesehatan, keselamatan, dan keamanan

            Tujuan umum dari pemberian sebuah tempat kerja yang aman, terjamin dan sehat dicapai oleh manajer operasional dan anggota staf SDM yang bekerja bersama. Tanggung jawab utama kesehatan, dan keselamatan dan keamanan dalam organisasi biasanya menjadi tanggung jawab supervisor dan manajer. Seorang manajer SDM atau spesialis keselamatan dapat membantu membantu mengoordinasikan program kesehatan dan keselamatan, serta mengadakan pelatihan keselamatan yang formal.

Ergonomi
            Ergonomi adalah studi dan rancangan lingkungan kerja untuk menghadapi tuntutan psikologis dan tuntutan fisik para individu. Dilokasi kerja studi, ergonomi melihat faktor-faktor seperti kelelahan, penerangan, alat-alat, susunan peralatan dan susunan pengendalian.
Beberapa komponen dari sebuah ergonomi:
1.      harus ada komitmen manajerial untuk mengurangi luka-luka karena ergonomi.
2.      keterlibatan karyawan untuk mendapatkan dukungan dari manjerial
3.      meninjau pekerjaan dimana masalh CTD dapat terjadi.
4.      para supervisor juga harus mengamati tanda-tanda CTD dan cara merespon keluhan karyawan.

Manajemen keselamatan
            Manajemen keselamatan yang efektif membutuhkan sebuah komitmen organisasional pada kondisi bekerja yang aman. Tetapi yang lebih penting, program keselamtan yang dirancang dan dikelola dengan baik dapat memberikan keuntungan yaitu mengurangi kecelakaan dan biaya-biaya terkait, seperti kompensasi para pekerja dan denda.

Komitmen dan budaya keselamatan organisasional
            Inti dari manajemen keselamatan adalah komitmen organisasional pada usaha keselamatan yang komprehensif. Usaha ini harus dikoordinasi dari manajemen tingkat atas untuk memasukkan semua anggota organisasi dan juga harus tercermin dalam tindakan-tindakan manajerial.
Ada tiga tindakan berbeda yang digunakan oleh para pemberi kerja dalam mengatur keselamatan.
1.      pendekatan organisasional

·         merancang pekerjaan
·         mengembangkan dan mengimplementasikan kebijakan keselamatan
·         menggunakan komite-komite keselamatan
·         mengoordinasikan investigasi kecelakaan

2.      pendekatan teknik mesin
·         merancang lokasi dan peralatan kerja
·         meninjau pealatan
·         menerapkan prinsip-prinsip ergonomi

3.      pendekatan individual
·         menguatkan motivasi dan sikap keselamatan
·         memberikan pelatihan keselamatan karyawan
·         memberikan penghargaan keselamatan melalui program insentif

Ø  keselamatan dan teknik mesin,
para pemberi kerja dapat mencegah beberapa kecelakaan dengan membuat area mesin, area peralatan dan area kerja.
Ø  Pertimbangan individual dan keselamatan
Para insinyur menerapkan keselamatan dengan perspektif perancang ulang mesin-mesin atau area kerja

Komite-komite keselamatan
            Karyawan yang sering berpartisipasi dalam perencanaan keselamatan melalui komite-komite keselamatan, yang sering kali terdiri atas para pekerja yang berasal dari berbagai tingkat dan departemen.

Pelatihan keselamatan dan komunikasi
            Salah satu cara untuk mendorong keselamatan karyawan adalah dengan melibatkan semua karyawan dalam pelatihan keselamatan kapanpun.

Motivasi keselamatan karyawan dan intensif
            Untuk mendorong agar karyawan bekerja dengan selamat, banyak organisasi mengunakan kontes-kontes keselmatan dan memberikan insentif kepada para karyawan atas perilaku kerja yang aman.
Inspeksi, investigasi kecelakaan, dan evaluasi
            Tidak perlu untuk menunggu menginspeksi area kerja karena risiko-risiko keselamatan. Inspeksi dapat dilakukan oleh komite keselamatan atau oleh seorang koordinator keselamtan. Inspeksi tersebut harus dilaksanakan secara teratur.


Kesehatan
Persoalan kesehatan ditempat kerja
  1. penyalahgunaan obat-obatan
  2. persoalan kesehatan emosional/mental
promosion kesehatan
            promosi kesehatan adalah sebuah pendekatan suportif guna memudahkan danmendorong para karyawan untuk meningkatkan tindakan dan gaya hidup yang sehat.

Tingkat-tingkat promosi kesehatan
Tingkat 1. informasi dan kesadaran
  • brosur dan material
  • pemeriksaan resiko kesehatan
  • tes dan ukuran kesehatan
  • peristiwa dan kelas khusus

Tingkat 2. kesejahteraan gaya hidup
  • program pendidikan kesejahteraan
  • kelas kesehatan yang reguler
  • program bantuan karyawan
  • kelompok pendukung
  • insentif kesehatan

Tingkat 3. kesehatan organisasional
  • tunjangan yang terintegrasi dengan program-program
  • sumber dan fasilitas yang resmi
  • promosi kesehatan yang kontinyu
  • kurikulum pendidikan kesehatan

keamanan
persoalan keamanan yang utama ditempat kerja, menurut urutan sebagai berikut:
  1. kekerasan ditempat kerja
  2. keamanan internet/intranet
  3. pemulihan gangguan/bencana bisnis
  4. kejahan kerah putih
  5. persoalan penyeleksian/penyaringan karyawan
  6. pencurian karyawan umum
  7. pelaksanaan bisnis yang tidak etis
  8. pencurian peranti keras/peranti lunak komputer


profil dari seorang karyawan yang kemungkinan besar melakukan tindak kekerasan:
·         frustasi
·         sejarah penyerangan
·         obsesi/dendam
·         penyendiri
·         stres
·         kerja merupakan satu-satunya aktivitas utama
·         kemarahan/amarah

Menyeimbangkan persoalan keamanan pemberi kerja dan hak karyawan

Hak privasi ( right to privacy) seseorang didefinisikan dalam istilah hukum sebagai kebebasan dari gangaguan yang keterlaluan terhadap urusan pribadi mereka. Semakin gangguan teknologi di organisasi-organisasi menjadikannya lebih sulit untuk menyeimbangkan hak keamanan pemberi kerja dengan persoalan privasi karyawan.

Disatu sisi, para pemberi kerja memiliki hak yang sah untuk memastikan bahwa karyawan melakukan pekerjaan merekadengan sebaik-baiknya disebuah lingkungan yang aman. Disisi lain, para karyawan memiliki harapan-harapan bahwa hak-hak privasi yang mereka miliki diluar kerja juga ada di tempat kerja.


Kebijakan, prosedur, dan peraturan SDM
            Hal-hal yang dapat mempengaruhi hak karyawan dan disiplin karyawan:
  1. kebijakan, bertindak sebagai garis pedoman umum yang berfokus pada tindakan-tindakan organisasional.
  2. prosedur, menyediakan metode-metode penangananaktivitas yang umum dan lebih spesifik daripada kebijakan.
  3. peraturan adalah garis pedoman khusus yang mengatur dan membatasi perilaku para individu.

Tanggung jawab koordinasi kebijakan SDM
             Agar kebijakan, prosedur, dan peraturan efektif,koordinasi antara unir SDM dan para manajer sangatlah penting. Para manajer meupakan pengguna dan penyelenggara peraturan, prosedur, dan kebijakan yang utama, dan mereka harus menerima sedikitpelatihan dan penjelasan tentang cara menjalankan peraturan, prosedur, dan kebijakan tersebut. Unit SDM mndukung para manajer, meninjau peraturan disipliner, dan melatih para manajer untuk menggunakannya.
Buku pedoman karyawan
            Buku pedoman karyawan memberi sumber referensi atas kebijakan dan peraturan perusahaan kepada para karyawan dan dapat menjadi sebuah alat yang positif untuk manajemen sumber daya manusia yang efektif.
Mengkomunikasikan informasi SDM
            Komunikasi SDM berfokus pada penerimaan dan penyebaran data dan informasi SDM diseluruh organisasi. Komunikasi kebawah mengalir dari manajemen puncak keseluruh organisasi. Sedangkan komunikasi keatas mengalir dari seluruh organisasi ke puncak.
            Sistem saran adalah metode formal untuk mendapatkan masukan dari karyawan dan komunikasi keatas, program-program ini memberi peluang bagi karyawan untuk mengusulkan perubahan atau cara bagaimana operasi dapat diperbaiki, yang dapat mendorong kesetiaan dan komitmen pada organisasi.
  

Disiplin karyawan
            Disiplin adalah bentuk pelatihan yang menjalankan peraturan- peraturan organisasional. Yang paling dipengaruhi oleh sistem-sistem disiplin dalam organisasi adalah karyawan yang menyusahkan.

Pendekatan pada disiplin
a.       pedekatan disiplin yang positif

empat langkah menuju disiplin yang positif:
a.       konseling
b.      dokumentasi tertulis
c.       peringatan terakhir
d.      pemberhentian

b.      Pendekatan disiplin progresif
            sistem disiplin progresif:
1.      pelanggaran pertama, peringatan secara lisan
2.      pelanggaran kedua, teguran tertulis
3.      pelanggaran ketiga, penskorsan
4.      pelanggaran keempat, pemecatan


Disiplin yang efektif
            disiplin yang efektif harus diarahkan pada perilaku bukan pada karyawan tersebut secara pribadi, karena alasan dari disiplin adalah untuk memperbaiki kinerja.

Sifat hubungan manajemen serikat pekerja
            Sebuah serikat pekerja adalah sebuah asosiasi formal para pekerja yang mendukung minat para anggotanya melalui tindakan kolektif. Keadaan dan sifat hubungan serikat pekerja-manajemen berbeda-beda diberbagai negara.

Mengapa karyawan membentuk serikat kerja
            Ada dua alasan :
  1. mereka tidak puas denga cara mereka diperlakukan oleh para pemberi kerja mereka.
  2. mereka yakin bahwa serikat-erikat pekerja dapat memperbaiki situsi-situasi kerja mereka.

Faktor penentu utama mengenai apakah karyawan-karyawan akan membentuk serikat pekerja adalah manajemen. Apabila manajemen meperlakukan para karyawan sbagai sumberdaya manusia yang berharga, pada karyawan biasanya tidak merasakan kebutuhan dan perwakilan dari luar.

Tawar-menawar kolektif
Tawar menawar kolektif adalah langkah terakhir dalam pembentukan serikat kerja, adalah proses dengan jalan mana wakil-wakil manajemen dan pekerja menegosiasikan upah, jam kerja, serta arti dan kondisi pekerjaan.

Friday, October 14, 2011

Perencanaan Strategis dan Proses Pemasaran

Perencanaan Strategis dan Proses Pemasaran


A.    Pemasaran dan nilai pelanggan

1.      Proses penyerahan nilai
Pandangan tradisional tentang pemasaran adalah perusahaan membuat sesuatu dan kemudian menjualnya. Dalam pandangan ini pemasaran mengambil tempat dalam paruh kedua dari proses. Perusahaan mengetahui apa yang harus dibuat dan pasar akan membeli cukup banyak unit untuk menghasilkan laba.
Penciptaan nilai dan pengurutan penyerahan. Proses itu terjadi dari tiga bagian. Pertama, memilih nilai, menggambarkan “pekerjaan rumah” yang harus dilakukan pemasaran sebelum adanya produk apapun.staf pemasaran harus membuat segmentasi pasar, menyeleksi sasaran pasar yang tepat, dan mengembangkan posisi nilai dari tawaran. Resep “STP” merupakan hakikat dari pemasaran stratejik. Begitu unit bisnis memilih nilai, fase kedua adalah menyediakan nilai. pemasaran harus menentukan cirri produk spesifik, harga dan distribusi. Tugas dalam fase ketiga adalah mengomunikasikan nilai dengan memanfaatkan kekuatan penjualan, promosi penjualan, iklan dan alat-alat komunikasi lain untuk mengumumkan dan mempromosikan produk. Setiap fase nilai ini memiliki implikasi biaya.
2.      Rantai Nilai
Michael Porter dan Harvard mengusulkan rantai nilai sebagai alat untuk mengidentifikasi cara-cara menciptakan lebih banyak nilai pelanggan. Menurut model yang diberikan oleh Porter dan Harvard, setia perusahaan merupakan sintesa dari kegiatan yang dilakukan untuk merancang, menghasilkan, memasarkan, memberikan, dan mendukung produknya. Rantai nilai mengidentifikasikan Sembilan kegitan strategis dan relevan yang menciptakan nilai dan biaya didalam bisnis tertentu. Kesembilan kegiatan yang menciptakan nilai itu terdiri dari lima kegiatan utama dan empat kegiatan pendukung.
Keberhasilan perusahaan bukan hanya bergantung pada keberhasilan masing-masing bagian dalam melakukan tugasnya, melainkan juga keberhasilan dalam mengkoordinasikan berbagai kegiatan bagian tersebut untuk melakukan proses bisnis inti. Proses-proses bisnis inti ini mencakup hal-hal sebagai berikut :
a.       Proses memahami pasar
b.      Proses realisasi produk baru
c.       Proses mendapatkan pelanggan
d.      Proses manajemen relasi pelanggan
e.       Proses manajemen pemenuhan

3.      Kompetisi Inti
Untuk melaksanakan proses bisnis intinya, sebuah perusahaan memerlukan sumberdaya – tenaga kerja, bahan baku, mesin, informasi, energi. Secara tradisional, perusahaan memiliki dan mengontrol sebagian besar sumberdaya yang memasuki bisnis mereka, tetapi situasi ini sudah berubah.  Dewasa ini banyak perusahaan memutuskan untuk menggunakan sumber luar untuk sumberdaya yang tidak terlalu penting jika mereka dapat memperolehnya dengan kualitas yang lebih baik dan/atau dengan biaya yang lebih rendah. Jadi, kuncinya adalah memiliki serta memelihara sumberdaya dan kemampuan utama yang merupakan inti setiap usaha.
4.      Orientasi Pemasaran Holistik dan Nilai Pelanggan
Orientasi pemasaran holistic dapat juga memberikan pengertian yang mendalam tentang bagaimana merebut nilai pelanggan. Satu konsepsi pemasaran holistic melihatnya sebagai “pemaduan eksplorasi nilai, penciptaan nilai, dan kegiatan penyerahan nilai dengan tujuan membangun hubungan yang saling memuaskan dalam jangka panjang dan kesejahteraan bersama dikalangan para pemegang saham utam.
Kerangka kerja pemasaran holistic dirancang untuk menjawab 3 pertanyaan manajemen kunci berikut ini:
a.       Eksplorasi nilai
b.      Penciptaan nilai
c.       Penyerahan nilai
5.      Peran Sentral dari /Manajemen Stratejik
Dengan demikian pemasaran yang sukses mengharuskan perusahaan memiliki kapabilitas memahami nilai pelanggan, mencitakan nilai pelanggan, menyerahkan nilai pelanggan, merebut nilai pelanggan, dan mendukung nilai pelanggan.
Menciptakan, menyediakan, dan mengkomunikasikan nilai menurut banyak kegiatan pemasaran yang berbeda. Perencanaan stratejik memang yang terpenting untuk memastikan bahwa kegiatan yang tepat telah dipilih dan dilaksanakan. Perencanaan strategis menurut aksi dalam tiga bidang utama. Yang pertama adalah mengelola bisnis perusahaan sebagai suatu portofolio investasi. Kedua mencakup penilaian setiap kekuatan bisnis dengan mempertimbangkan angka pertumbuhan pasar dan posisi perusahaan serta pencocokan dengan pasar itu. Ketiga adalah memantapkan strategi. Bagi masing-masing bisnis, perusahaan harus mengembangkan satu rencana permainan untuk mencapai tujuan jangka panjangnya.
B.     Perencanaan stratejik divisi dan perusahaan
Dengan mempersiapkan pernyataan misi, kebijakan, strategi, dan tujuan,kantor pusat menetapkan kerangka kerja. Dalam kerangka kerja itulah divisi dan unit bisnis mempersiapkan rencana mereka. Beberapa perusahaan memberikan sejumlah kebebasan keada unit bisnis mereka untuk menetapkan tujuan penjualan dan laba serta strategi mereka sendir. Yang lain menetapkan tujuan untuk bisnis mereka, namun membiarkan mereka mengembangkan strategi mereka sendiri.yang lain lagi menetapkan tujuan dan berpartisipasi dalam mengembangkan strategi unit bisnis individual.
            Semua kantor pusat perusahaan melakukan empat aktivitas perencanaan :
1)      Menetapkan misi perusahaan.
2)      Membangun unit bisnis strategi.
3)      Menetapakan sumberdaya untuk setiap SBU, dan
4)      Menilai peluang pertumbuhan.

1. Organisasi dan Budaya Organisasi
Organisasi perusahaan terdiri dari struktur, kebijakan, dan budaya koorporatnya, yang semuanya dapat tidak berfungsi dalam lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat.manajer dapat mengubah struktur dan kebijakan (meskipun sulit), namun budaya perusahaan sangat sulit diubah. Penyesuaian budaya sering menjadi kunci bagi keberhasilan penerapan strategi baru.
            Apa sebenarnya budaya koorporat itu? Sebagian besar pebisnis sulit menggambarkan konsep elusif ini, yang didefinisikan oleh bebrapa orang sebagai “pengalaman,cerita, kepercayaan, dan norma yang dimiliki bersama dan menentukan karakter berorganisasi”. Tetapi, masuklah ke dalam perusahaan dan hal pertama yang mengejutkan anda adalah budaya koorporat : cara orang berpakaian, berbicara satu sama lain, dan menyapa pelanggan.

2. Inovasi Pemasaran
Inovasi dalam pemasaran adalah hal yang sangat penting. Pandangan tradisional menyatakan bahwa manajer senior harus memberikan strategi dan menyerahkannya kebawahannya. Gary Hamel  menawarkan pandangan sebaliknya, bahwa ide imajinatif tentang strategi ada di semua tempat dalam perusahaan. Manajer senior harus mengidentifikasi dan mendorong ide-ide segar dari tiga kelompok yang cenderung tidak ditampilkan dalam pembentukan strategi: karyawan dengan perspektif muda, karyawan yang jauh dari kantor pusat perusahaan, dan karyawan baru dalam industri.


C.    Perencanaan Stratejik Unit Bisnis
Proses perencanaan strategis unit bisnis terdiri dari langkah-langkah :
1.      Misi Bisnis
Setiap unit bisnis perlu mendefinisikan misi spesifiknya dalam lingkup misi perusahaan yang lebih luas.
2.      Analisis SWOT
Ealuasi terhadap keseluruhan kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman disebut analisis SWOT. Tercakup disini pemantauan lingkungan pemasaran internal dan eksternal.
a.       Analisis Lingkungan Eksternal (analisis peluang dan ancaman)
Suatu unit bisnis harus memantau kekuatan lingkungan makro ( demografi-ekonomi, teknologi, politik-hukum, dan social-budaya) dan pelaku lingkungan mikro utama (pelanggan, pesaing, saluran distribusi, pemasok) yang memengaruhi kemampuannya memperoleh laba.
b.      Analisis Lingkungan Internal ( analisis kekuatan dan kelemahan)
Selain mengetahui peluang yang menarik dilingkungannya, unit bisnis perlu juga memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk berhasil memanfaatkan peluang tersebut.
3.      Perumusan Sasaran
Setelah perusahaan mebuat analisis SWOT, ia dapat mengembangkan sasaran spesifik untuk suatu periode perencanaan. Taha proses perencanaan strategis itu dinamakan perumusan sasaran.
4.      Perumusan strategi
Sasaran menunjukkan apa yang ingin dicapai oleh suatu unit bisnis, Startegi adalah suatu rencana permainan untuk mencapainya. Setia bisnis harus merancang strategi untuk mencapai tujuannya, yang terdiri dari strategi pemasaran, dan strategi teknologi serta strategi sumber yang cocok.
5.      Perumusan dan Implementasi Program
Setelah unit bisnis mengembangkan strategi utamanya, unit bisnis tersebut harus mengembangkan program pendukung yang terinci. Strategi pemasaran yang besar dapat disabotase oleh implementasi yang jelek. Kalau unit bisnis memutuskan untuk unggul dalam teknologi, unit bisnis tersebut harus merencanakan program untuk memperkuat departemen litbangnya, mengumpulkan intelejen teknologi, mengembangka produk mutakhir, melatih para staf penjual teknis, dan membuat iklan untuk mengomunikasikan keunggulan teknologinya.
6.      Umpan Balik dan Pengendalian
Ketika melaksanakan starateginya, perusahaan perlu menelusuri hasilnya dan memantau perkembangan baru. Beberapa lingkungan bersifat stabil dari tahun ke tahun. Yang lain perlahan-lahan berevolusi dengan urutan langkah yang dapat diperkirakan. Namun ada juga lingkungan yang mengalami perubahan yang besar, cepat, dan tidak dapat diramalkan. Meskipun demikian, perusahaan dapat memperhitungkan satu hal : pasar akan berubah; ketika itu terjadi, perusahaan harus meninjau ulang dan merevisi kegiatan pelaksanaan, program, strategi, atau bahkan tujuannya.

D.    Perencanaan Produk: Sifat dan Isi Rencana Pemasaran
Rencana pemasaran adalah dokumen tertulis yang meringkaskan apa yang sudah dipelajari oleh pemasar tentang tempat pasar dan menunjukkan cara perusahaan berencana mencapai tujuan pemasarannya.
Isi rencana pemasaran :
1.      Ikhtisar eksekutif dan daftar isi
2.      Analisis situasi
3.      Strategi pemasaran
4.      Proyeksi financial
5.      Pengendalian implementasi











DAFTAR PUSTAKA
Kotler, Philip dan Kevin lane keller. Manajemen pemasaran. Ed.13 jil.1 penerbit: Erlangga.
Kotler, Philip dan Kevin lane keller. Manajemen pemasaran. Ed.12 jil.1 2009 penerbit: PT. Indeks